Kemarin malam aku tersenyum lebar sambil memandangi
langit
Bintang-bintang bertebaran, berpendar-pendar
Seakan-akan mereka mengerling kepadaku
Dan saat kupejamkan mataku
Aku melihat kau pun mengerlingkan mata indahmu
padaku
Indah sekali
Seperti kerlingan bintang yang kulihat
Kemarin malamnya lagi mataku berbinar-binar melihat
rembulan di langit
Padahal itu bukan bulan purnama
Namun bentuk sabitnya seakan mengingatkanku
Pada senyum manismu yang selalu kau berikan tiap
pagi
Begitu manisnya
Semanis susu coklat yang juga dihidangkan Ibuku
tiap pagi
Tapi malam ini hujan turun sederas-derasnya
Ditemani guntur dan petir
Senyumku pun sirna
Seiring dengan sirnanya bintang dan rembulan yang
tak hadir di malam ini
Dan saat kututup jendela kamarku
Aku melihatmu berlari di tengah hujan bersama kekasihmu
Posted in
stories
Setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap
detik
Aku melewati semuanya
Dengan satu keyakinan
Keyakinan yang tak perlu kau tanyakan lagi
Karena kau tentu sudah tahu apa maknanya
Aku melewatinya dengan keyakinan
Bahwa semua ini memang milikku
Semuanya sudah digariskan untukku
Untuk kumiliki, kulewati, kuhadapi, dan
kurasakan
Denganmu ataupun tanpamu
Karena kau pun pasti memiliki, melewati,
menghadapi, dan merasakan
Apa yang sudah digariskan pula untukmu
Namun pada akhirnya nanti
Kita akan bersama jua
Bertemu di titik yang sama
Setelah melampaui semua garis milik kita
Karena semua garis-garis itu
Akan berakhir di suatu ujung titik yang sama
Ya, di sanalah kita akan bertemu
Posted in
stories
Aku tak tahu apa isi hatimu
Yang aku tahu, aku selalu ingin medengar
ceritamu
Aku tak tahu apa kesenanganmu
Yang aku tahu, aku senang bila bersamamu
Aku tak tahu apa kesedihanmu
Yang aku tahu, kau selalu mengganti kesedihanku
dengan senyuman
Aku tak tahu kemana tujuanmu
Yang aku tahu, langkah kakiku dengan senang hati
akan mengikutimu
Aku tak tahu apa yang kau mau
Yang aku tahu, kau selalu ada untukku
Tahukah kau apalagi yang aku tahu??
Yang aku tahu, aku sayang kamu
Posted in
stories
Entah mengapa
Selalu saja ada bagian kecil dari diriku
Yang senantiasa berharap bahwa akulah orangnya
Akulah orang yang kau maksud dalam puisimu
Akulah orang yang kau harapkan akan menemani
hari-harimu
Kemarin, hari ini, esok, lusa dan selamanya
Aku tak tahu mengapa
Hatiku selalu saja menyisakan ruang khusus
untukmu
Untuk selalu kau jaga dan kau penuhi
Dengan limpahan kasih sayang, cinta, cerita,
rindu, impian, semuanya…
Sampai aku merasa sesak karenanya
Aku tak kuasa mengontrol hatiku
Tak sanggup pula mengatur perasaanku
Untuk dapat menepis secuil harapan
Yang sama sekali tak kuketahui jawabnya
Apakah harapan itu akan membuahkan rasa
Atau hanya akan tinggal asa
Posted in
stories
Satu persatu kupu-kupu keluar dari larvanya
Siap terbang menikmati indahnya alam semesta
Sayapnya sudah dapat mengepak sempurna
Segera meninggalkan onggokan larvanya
Namun tak lama lagi akan tiba saatnya
Sekelompok kupu-kupu berkumpul di taman bunga
yang indah
Yang dipenuhi beraneka bunga yang bermekaran
Warna-warni sayap mereka turut menghiasi
indahnya taman bunga
Ditemani angin yang bertiup sepoi-sepoi
Posted in
stories