Entah mengapa
Selalu saja ada bagian kecil dari diriku
Yang senantiasa berharap bahwa akulah orangnya
Akulah orang yang kau maksud dalam puisimu
Akulah orang yang kau harapkan akan menemani
hari-harimu
Kemarin, hari ini, esok, lusa dan selamanya
Aku tak tahu mengapa
Hatiku selalu saja menyisakan ruang khusus
untukmu
Untuk selalu kau jaga dan kau penuhi
Dengan limpahan kasih sayang, cinta, cerita,
rindu, impian, semuanya…
Sampai aku merasa sesak karenanya
Aku tak kuasa mengontrol hatiku
Tak sanggup pula mengatur perasaanku
Untuk dapat menepis secuil harapan
Yang sama sekali tak kuketahui jawabnya
Apakah harapan itu akan membuahkan rasa
Atau hanya akan tinggal asa
Posting Komentar