Kemarin malam aku tersenyum lebar sambil memandangi
langit
Bintang-bintang bertebaran, berpendar-pendar
Seakan-akan mereka mengerling kepadaku
Dan saat kupejamkan mataku
Aku melihat kau pun mengerlingkan mata indahmu
padaku
Indah sekali
Seperti kerlingan bintang yang kulihat
Kemarin malamnya lagi mataku berbinar-binar melihat
rembulan di langit
Padahal itu bukan bulan purnama
Namun bentuk sabitnya seakan mengingatkanku
Pada senyum manismu yang selalu kau berikan tiap
pagi
Begitu manisnya
Semanis susu coklat yang juga dihidangkan Ibuku
tiap pagi
Tapi malam ini hujan turun sederas-derasnya
Ditemani guntur dan petir
Senyumku pun sirna
Seiring dengan sirnanya bintang dan rembulan yang
tak hadir di malam ini
Dan saat kututup jendela kamarku
Aku melihatmu berlari di tengah hujan bersama kekasihmu
Posting Komentar